Live is Art

semuanya bisa menjadi seni

Seorang pematung asal Indonesia

leave a comment »

Dolorosa. S adalah seorang pematung asal Indonesia, walaupun dengan usia nya yg sudah tua dia tetap berkarya. Karyanya banyak menampilkan keimanan, krisis, solidaritas, multikulturalisme, dan perjuangan wanita.

The Body Is Everywhere adalah salah satu karya nya.

Advertisements

Written by hidupiniseni

April 3, 2012 at 21:13 PM

Posted in Info

Karya seni dari kardus

with 2 comments

Karya yang patut untuk di contoh, dapat memanfaatkan barang bekas menjadi barang berharga yang dapat menghasilkan keuntungan. Bila saja pengangguran yang ada di Indonesiadapat memanfaatkan hal ini pasti nya dapat menurunkan angka kemiskinan d negara kita.

Oleh karena itu, belajar lah untuk memanfaatkan barang yang sudah tidak di pakai lagi dan jangan menganggap barang tersebut tidak ada nilai nya lagi.

Written by hidupiniseni

December 3, 2011 at 21:35 PM

Posted in Info

Kerajinan Tangan Khas Dayak Tembus Pasar Eropa

with 3 comments

Kerajinan tangan khas Dayak dari anyaman rotan dan manik-manik berhasil menembus pasar Eropa.

Berkat inovasi dan kreativitasnya memadukan rotan dan manik-manik menjadi `katat` Theodora Hangin Bang Donggo, meraih penghargaan `Seal of Exellence` dari UNESCO pada 2007. Bahkan, hasil karyanya juga mendapat penghargaan dari Aburizal Bakrie pada Pekan Produk Budaya Indonesia sebagai anyaman rotan terbaik di Indonesia. Hingga saat ini, usaha kerajinan rotan dan manik-manik yang dikelola Theodora Hangin Bang Donggo telah membina 15 kelompok perajin rotan di Kutai Barat dan lima kelompok perajin manik-manik di Kota Samarinda. Kami memadukan perajin rotan yang ada di Kutai Barat dengan perajin manik-manik di Samarinda. Jadi, anyaman rotan dari pedalaman Kaltim itu dipadu dengan manik-anik buatan perajin di Samarinda

Written by hidupiniseni

December 3, 2011 at 20:33 PM

Posted in Info

Karya Seni Pahat

leave a comment »

1. The Fortress of Brest

The Fortress of Brest adalah monumen perang kedua terbesar di Uni Soviet. Terletak di kota Brest Belarus. Patung ini merupakan penghargaan untuk “keberanian” bertahan yang terkenal saat melawan Jerman yang menyerang Uni Soviet selama hari-hari pertama Perang Dunia II. Ukurannya sangat mengesankan dan bentuknya menampilkan ketangguhan.

2. Mount Rushmore National Memorial

Mount Rushmore National Memorial merupakan patung granit yang diukir mejadi sebuah wajah di Gunung Rushmore dekat Keystone, Selatan Dakota, Amerika Serikat. Dipahat oleh Gutzon Borglum dan kemudian oleh anaknya Lincoln Borglum, Gunung Rushmore setinggi 60-kaki (18 m) berbentuk patung dari kepala mantan presiden Amerika Serikat George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt dan Abraham Lincoln. Seluruh memorial meliputi 1,278.45 hektar (5,17 km2) dan 5.725 kaki (1.745 m) di atas permukaan laut.

3. The Confederate Memorial Carving

Stone Mountain Park memiliki patung relief tinggi terbesar di dunia, The Confederate Memorial Carving. Ukiran tersebut untuk menghormati 3 pahlawan Konfederasi Perang Sipil, Presiden Jefferson Davis dan Jenderal Robert E. Lee dan Thomas J. “Stonewall” Jackson. Seluruh Permukaan yang diukir seluas 3 hektar, lebih besar dari lapangan sepak bola. Ukiran dari 3 orang ini 400 kaki di atas tanah, seluas 90 sampai 190 kaki, dan tersembunyi 42 kaki ke gunung. Titik terdalam dari ukiran yang berada di siku Lee, yaitu 12 kaki ke permukaan gunung.

4. Church of St George

Gereja St George yang diukir sepenuhnya keluar dari satu blok granit dengan atap yang di atas permukaan tanah di kota kecil Lalibela di Ethiopia dan merupakan salah satu dari 11 gereja yang terbuat dari batu yang dipahat. Gereja-gereja Lalibela tidak dibangun, mereka digali. Setiap gereja diciptakan dengan terlebih dahulu mengukir sebuah parit lebar di keempat sisi batu, kemudian dengan susah payah memahat keluar interior. Gereja terbesar adalah 40 meter, dan tenaga kerja yang terlibat untuk menyelesaikan tugas seperti itu hanyalah dengan menggunakan palu dan pahat.

 

Written by hidupiniseni

November 22, 2011 at 00:09 AM

Posted in Info

Dirix Art Gallery

with one comment

 

Dirix Art Gallery didirikan pada tahun 1991 atas prakarsa Helfi Dirix dengan visi sebagai fasilitator dan mediator pengembanganseni rupa, modern, kontemporer; melestarikan karya Affandi dan memasyarakatkan reproduksi karya Affandi.

 

Awalnya adalah sebagai tanda mata bagi kakeknya, Affandi. Dalam perkembangannya, galeri ini tidak saja mengkoleksi karya-karya Affandi, tetapi juga karya seniman lainnya. Hal ini didorong oleh keprihatinannya terhadap terbatasnya ruang dan kesempatan bagi seniman muda untuk berpameran.

 

Kegiatan galeri meliputi penyelenggaraan pameran-pameran tunggal dan bersama untuk bidang seni lukis dan patung. Selama berdiri, Dirix Art Gallery mencatat beberapa kegiatan yang cukup penting, misalnya pameran bersama seni lukis dosen ISI “Old and New”, pameran bersama seni patung “Out Door, Sculpture In Freedom”, dan lain sebagainya.


Written by hidupiniseni

November 20, 2011 at 22:04 PM

Posted in seni rupa modern

SENI TARI DAYAK

leave a comment »

Dalam seni tari Dayak, dikenal beragam tari Dayak dengan gerakan yang eksotik dan memukau. Lewat gerakan para penari Dayak yang biasanya diiringi dengan tetabuhan yang khas, unsur ritmis yang berpadu serasi menjadi sebuah seni penuh makna. Jenis-jenis tari Dayak yang cukup sering ditampilkan di depan umum,di antaranya:

1. Tari Gantar
Tarian ini menggambarkan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian di dalamnya menggambarkan benih pada dan wadahnya. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya. Tarian ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.

2. Tari Kancet Papatai/Tari Perang
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penarinya. Dalam tarian ini, penari mempergunakan pakaian tradisional suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tarian ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.

3. Tari Kancet Ledo/Tari Gong
Jika tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya tarian Kancet Ledo menggambarkan kelemah-lembutan seorang gadis bagaikan sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup angin. Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisional suku Dayak Kenyah dan pada kedua belah tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Tarian ini biasanya ditarikan di atas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.

4. Tari Kancet Lasan
Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tarian Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh tanah/lantai. Tarian ini lebih menekankan pada gerakan burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.

5. Tari Serumpai
Ini merupakan tarian dari suku Dayak Benuaq yang dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian ini diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).

6. Tarian Belian Bawo
Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tarian ini sering disajikan pada acara-acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian dari suku Dayak Benuaq.

7. Tari Kuyang
Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon besar dan tinggi agar tidak menggangu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.

8. Tarian Pecuk Kina
Trian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.

9. Tarian Datun
Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah.

10. Tari Ngerangkau
Tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu.

11. Tarian Baraga’Bagantar
Awalnya Baraga’Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq.

Written by hidupiniseni

November 18, 2011 at 16:45 PM

Posted in tari tradisional

Vincent van Gogh 1853 – 1890

leave a comment »

Setiap tahun, sekitar satu setengah juta orang mengunjungi Museum Van Gogh di Amsterdam. Delapan hingga sembilan puluh persen pengunjung berasal dari luar Belanda. Pelukis Belanda Van Gogh terkenal di seluruh penjuru dunia.

Van Gogh tidak terkenal semasa hidupnya pada Abad ke-19. Beliau menjalani kehidupan yang sulit, dipenuhi dengan pergolakan, kehilangan orang-orang yang dikasihinya dan terlilit masalah keuangan. Keputusasaan akhirnya mendorong Van Gogh untuk bunuh diri. Baru setelah kematiannya, bintangnya mulai bersinar. Pada satu sisi, hal ini disebabkan oleh berbagai lukisannya : gambar yang menarik, dengan warna-warni yang hidup, mempunyai keunikan tersendiri. Orang dari berbagai kalangan menghargai karyanya. Pada sisi lain, orang tertarik pada kisah hidup Van Gogh. Beliau adalah contoh tentang seorang seniman yang kejeniusannya hanya tertandingi oleh rasa kesepiannya.

Van Gogh lahir tahun 1853 di desa Zundert di Propinsi Brabant. Sejak usia muda beliau berkeliling Belanda dan Eropa. Tahun 1885, di Nuenen, beliau melukis gambar yang terkenal berjudul “Pemakan Kentang”, sebuah potret suram tentang keluarga petani. Tahun berikutnya beliau pergi ke Paris. Saudara lelaki Van Gogh bernama Theo, seorang pedagang lukisan di Paris, menunjukkan padanya berbagai lukisan dan gambaran aliran Impressionist, yaitu para seniman yang menggunakan warna dan cahaya dengan cara yang lebih halus daripada yang dilakukan Van Gogh. Vincent juga terkesan dengan lukisan-lukisan Jepang yang dilihatnya.

Pada tahun 1888, Vincent menyewa sebuah studio di selatan Prancis : “Rumah Kuning” di Arles. Beliau menulis pada adik perempuannya Wil bahwa keindahan alam yang luar biasa di daerah selatan mendorongnya mencoba teknik melukis yang baru: “Warna yang menonjol : biru langit, merah muda, oranje, merah terang, kuning cerah, hijau cerah, merah anggur yang cerah, ungu”. Vincent banyak melukis pemandangan dan karena beliau tidak mampu membayar honor model, maka banyak memakai potret dirinya sendiri.

Seniman Prancis Paul Gauguin tinggal bersama Vincent, tetapi kemudian mereka bersilang pendapat. Van Gogh yang kebingungan kemudian mengancam Gauguin dengan silet. Tak lama kemudian Van Gogh memotong sebagian kuping kirinya, entah kecelakaan atau sengaja. Beberapa lukisan dirinya menunjukkan kuping kirinya yang terbalut perban.

Gangguan jiwa Van Gangguan jiwa Van Gogh semakin parah dan kemudian beliau mendaftarkan dirinya ke sebuah lembaga psikiatris dimana beliau membuat lukisan yang terkenal yaitu pohon-pohon cemara dan langit penuh bintang. Pada tanggal 27 Juli 1890 beliau berjalan ke ladang jagung dan menembak dirinya sendiri di bagian dada. Beliau wafat dua hari kemudian.

Written by hidupiniseni

November 16, 2011 at 22:59 PM

Posted in Info